APAKAH FOREX ITU BENAR | ROBOT INDIKATOR FOREX| LIHAT TESTINYA DULU!!! APAKAH FOREX ITU BENAR - ROBOT INDIKATOR FOREX| LIHAT TESTINYA DULU!!!

APAKAH FOREX ITU BENAR

 APAKAH FOREX ITU BENAR

APAKAH FOREX ITU BENAR
Sedikit review, untuk menjelma seorang trader yg sukses, usah melewati tahapan-tahapan seperti kita memulai di bangku pendidikan. Dimulai dari fase TK, setelah itu SD, sesudahnya SMP, SMA, universitas, lulus menjadi sarjana bersama beroperasi di dunia profesional. Analoginya, manakala Anda udah lulus & berprofesi di dunia profesional. Melanjutkan kabar sebelumnya, penulis hendak memberi tahu step berikutnya ialah fase SMP, Sekolah Menengah Umum serta universitas.

APAKAH FOREX ITU BENAR
3. Langkah “SMP”
Menjelang akhir fase “SD”, seorang trader kebanyakan mulai menyadari bahwa bukan tutorial yang membuat perbedaan. Ia menyadari bahwa bagi menghasilkan keuntungan scr konsisten enggak ada kata lain ia usah sanggup mengelola ilmu jiwa yg ada dlm dirinya serta mengategorikan keuangannya dgn baik. Ia mau mulai membaca buku-buku, berselancar di online atau apapun berhubungan psikologi transaksi trading serta mengenali tabiat yg digambarkan dari apa yang sudah ia baca tersebut.

Oleh karna pemikiran ini, ia mulai berhenti menelan bulat-bulat aturan hasil pemikiran alias ulasan orang lain. Ia berubah orang dengan metode tradingnya independen yg mandiri beserta mulai beraksi dengan prosedur yang telah diciptakannya sendiri. Ia mulai menerima kenyamanan dan dapat memutuskan batas resikonya. Momen hasil tradingnya buruk, ia enggak efektif menjelma emosional. Ia mulai berpikir bakal memiliki kesempatan kesuksesan ekstra tinggi di potensi berikutnya karna ia tahu bagaimana tips-tips tradingnya bekerja. Di fase ini, ia telah menyadari bahwa yang terutama di dalam trading merupakan konsistensi dalam manajemen resiko dengan kepatuhan dalam mengambil tindakan.

APAKAH FOREX ITU BENAR

 APAKAH FOREX ITU BENAR

4. Langkah “SMA”
Di step “SMA” ini, seorang pemain mau sadar akan kompetensinya di dlm trading. Ia akan melakukan transaksi masing-masing kali sistemnya mengasihkan signal utk masuk ke pasar. Ia menerima realitas kerugian yg dideritanya, dengan mudahnya wkt saat ia memperoleh keuntungan. Ia bisa sepenuhnya menerima resiko dan menginterpretasikan bahwa sistemnya dpt menciptakan untung lbh byk ketimbang loss. Bahkan ekstrimnya, momen ia berada di posisi floating loss, dgn cepat ia hendak menutup daerah tsb bila emang iklim enggak memungkinkan dengan maksud bagi meminimalisir ancaman yang mungkin mau dihadapinya.

Ia masa ini berada di suatu titik dimana ia merasa telah mendapatkan otput dari nggak semua gede tradingnya. Hal ini mampu dikatakan keuntungan konsisten. Dapat jadi ia bakal berhasil memperoleh 100 pips di suatu pekan minggu namun di pekan lainnya ia kehilangan seratus pips, walaupun dengan cara keseluruhan ia konstan profit.

APAKAH FOREX ITU BENAR
5. Fase “Universitas”
Di fase ini, k'lo seorang trader mengerjakan trading rasanya bakal seperti mengendari sebuah mobil. Masing-Masing 24 hour ia dapat duduk di kursinya serta mengerjakan transaksi trading dengan segala sesuatu pd tingkat bawah sadar. Ia sanggup mulai memisah-misahkan transaksi trading volume cuman gede & mendapatkan ratusan pips dlm sehari. Hal ini lumrah saja baginya, beserta tak membuatnya berubah sangat bersemangat dengan cara berlebihan dibandingkan pd saat ia cuman mendapatkan 1 pip.

Ketika ia lulus dari langkah ini, dan sampai-sampai ia sudah hingga pada suatu fase di mana ia sudah menguasi suasana hati sepenuhnya dgn account yg tumbuh dengan pesatnya. Teknik tradingnya tidak berubah, cuman saja ia semakin menguasai metodenya tersebut. Kini ia dikatakan sudah memperoleh apa yang disebut dgn “intuisi” dengan dapat mengatakan dengan tegas, “Saya yaitu seorang trader.”

Gimana para pembaca? Ada di statusnya mana Anda sekarang? Teruslah belajar & berikhtiar agar Anda dpt menggunakan masing-masing fase dan akan berujung kemajuan di dunia trading.

 APAKAH FOREX ITU BENAR

APAKAH FOREX ITU BENAR

APAKAH FOREX ITU BENAR


Tidak ada komentar:

Posting Komentar